Cari Blog Ini
Selamat datang di blog "masdanism", sebuah blog yang berfokus mengulas dunia teknik sipil dalam bentuk artikel, kiat, dan lain sebagainya.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Perbedaan Antara Gambar Perencanaan, Shop Drawing, Dan As Built Drawing
Gambar kerja merupakan istilah yang untuk menyebutkan gambar-gambar perencanaan yang memiliki ukuran dan skala yang pasti sehingga bisa dijadikan acuan untuk pelaksanaan proyek. Ada beberapa jenis gambar kerja yang berlaku saat pelaksanaan pekerjaan yaitu gambar perencanaan (as plan drawing), gambar shop drawing, dan gambar asbuilt drawing. Tapi mungkin masih banyak sobat sipil yang masih bingung bingung apasih perbedaan ketiga gambar tersebut, nah pada artikel kali ini kita akan belajar apa saja perbedaan tersebut.
1. Gambar
Perencanaan (As Plan Drawing).
Gambar
perencanaan adalah gambar kerja yang berisikan rencana teknis bangunan dari
lingkup umum hingga mendetail. Gambar perencanaan atau as plan drawing dibuat
oleh konsultan perencana, baik oleh konsultan arsitektural, konsultan struktur
maupun konsultan MEP. Adapun tugas masing-masing konsultan berbeda, yaitu
sebagai berikut :
Konsultan
arsitektural biasanya bertugas membuat gambar bangunan mulai dari site plan,
layout plan, denah, tampak, potongan dan detail arsitektural. Setelah gambar
denah dan potongan jadi, biasanya diserahkan kepada konsultan struktur dan MEP
untuk melanjutkan.
Konsultan
struktur biasanya bertugas membuat gambar struktur dan perhitungan pembebanan
pada bangunan. Dari gambar yang dihasikan arsitek, akan diperjelas mengenai
ukuran-ukuran strukturnya mulai dari pondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai
dan struktur atap.
Konsultan MEP
biasanya datang terakhir dengan bertugas untuk membuat gambar rencana utilitas
bangunan, mulai dari rencana elektrikal dan titik lampu, jalur pipa, pemadam
kebakaran dan lainnya yang sudah lengkap dengan ukuran dan spesifikasi
peralatan yang dibutuhkan.
Jika owner
menginginkan gambar yang sangat detail, biasanya akan ada tambahan gambar
perencanaan dari konsultan interior dan lansekap yang masuk setelah konsultan
MEP.
Konsultan
interior bertugas untuk merencanakan ruang dalam termasuk dalam pemilihan
material, desain elemen interior, furniture dan furnishing. Sementara konsultan
lansekap bertugas untuk menata taman mulai dari hardscape, waterscape,
softscape dan memilih jenis tanaman.
Gambar yang
dihasilkan oleh para konsultan ini hendaknya sinkron sesuai dengan perubahan
terakhir dalam proses perencanaan. Maka dari itu, urutan pekerjaannya biasanya
adalah :
Gambar
arsitektural -> gambar struktur -> gambar MEP -> gambar detail
interior -> gambar detail lansekap
Gambar
perencanaan yang dibuat oleh para konsultan ini merupakan tahapan paling awal
sebuah proyek. Gambar rencana biasanya sudah disepakati oleh tim perencana dan
oleh owner sendiri. Gambar perencanaan jika dilihat dari tujuan pembuatannya,
dibagi menjadi dua jenis yaitu Gambar For Tender dan Gambar For Contruction.
Gambar For
Tender adalah gambar perencanaan yang digunakan untuk kebutuhan lelang
kontraktor dan untuk menghitung penawaran RAB dari peserta lelang yang ingin
memenangkan tender. Volume hitungan RAB yang digunakan berasal dari gambar
perencanaan sehingga gambar harus cukup lengkap dan detail dalam penyebutan
ukurannya.
Gambar For
Construction adalah gambar yang diserahkan oleh owner kepada kontraktor jika
terpilih sebagai pemenang tender. Gambar ini merupakan gambar final yang bisa
langsung digunakan sebagai acuan pelaksanaan pembangunan di lapangan.
2. Gambar Shop Drawing
Gambar shop
drawing adalah gambar kerja yang dibuat dan diajukan oleh kontraktor untuk
disetujui oleh Pengawas Proyek sebagai syarat pelaksanaan pekerjaan. Gambar
shop drawing biasanya merupakan gambar detail.
Gambar shop
drawing dibuat oleh kontraktor yang mengacu pada Gambar For Contruction
sehingga dari prinsip perencanaan dan penggambaran tidak boleh berbeda jauh.
Gambar shop
drawing dibuat oleh kontraktor karena biasanya dalam gambar for construction
ada beberapa detail yang tidak bisa diselesaikan oleh konsultan, terutama untuk
detail khusus seperti detail baja ringan, detail pintu aluminium dan detail
lainnya yang bersifat khusus.
Jadi, pembuatan
gambar shop drawing hanya dilakukan secara parsial tergantung dari pekerjaan
yang membutuhkan detail tambahan. Gambar shop drawing ini adalah syarat
pelaksanaan item pekerjaan tertentu.
Kontraktor mengajukan shop drawing kepada Pengawas atau Manajemen Kontruksi proyek, kemudian setelah mendapat tanda tangan (di Acc) dan diterima, barulah pelaksanaan pekerjaan tersebut bisa dimulai
3. Gambar As
built Drawing
Gambar as built
drawing adalah gambar kerja yang dibuat oleh kontraktor sesuai dengan kondisi
terbangun yang sebenarnya. Gambar as built drawing dibuat setelah proyek
selesai sebagai dokumentasi ukuran-ukuran pada bangunan.
Pada gambar
asbuilt ini biasanya menampilkan perubahan-perubahan rencana yang terjadi saat
pelaksanaan proyek akibat dari adaptasi di lapangan.
Fungsi dari
gambar asbuilt drawing ini juga bisa menjadi arsip pemilik bangunan yang
digunakan untuk keperluan maintenance saat bangunan sudah digunakan. Gambar
kerja as built drawing akan diserahkan bersamaan dengan serah terima proyek
oleh kontraktor kepada owner.
Selain menjadi
dokumen akhir sebuah proyek, as built drawing juga bisa menjadi gambar awal
berupa gambar bangunan eksisting sebelum dilakukan renovasi. Owner bisa menyewa
surveyor untuk melakukan pengukuran dan membuatkan gambar eksisting sebagai
gambar as built drawing jika bangunan tersebut sebelumnya tidak memiliki as
built drawing.
Berdasarkan pengertian di atas tentunya sudah jelas apa yang dimaksud dengan gambar perencanaan, gambar shop drawing dan gambar as built drawing. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk sobat sipil semua.
Komentar
Postingan Populer
6 Panduan Keselamatan Kerja di bidang Konstruksi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya




Sangat membantu 👍
BalasHapus